Babadan, 11 Februari 2026 – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, keluarga besar MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut Babadan menggelar kegiatan Megengan pada Rabu (11/02/2026). Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di aula madrasah dengan melibatkan seluruh siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama dan dzikir yang dipimpin oleh salah satu guru. Seluruh siswa duduk rapi berkelompok, santri putri mengenakan busana muslimah dengan kerudung seragam, sementara santri putra mengenakan baju koko dan peci hitam. Suasana religius begitu terasa saat lantunan doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
Kepala MI Ma’arif Syuhada’ dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Megengan merupakan warisan budaya Islam yang sarat makna. “Megengan bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi momentum untuk saling memaafkan, mempererat ukhuwah, dan mempersiapkan hati menyambut Ramadan,” ujarnya.

Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan kenduri sederhana. Berbagai hidangan khas seperti apem, nasi, lauk-pauk, serta jajanan tradisional tersaji dan dinikmati bersama. Apem yang menjadi simbol dalam tradisi Megengan dimaknai sebagai bentuk permohonan ampun (afwan) kepada Allah SWT dan sesama manusia.
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang acara. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter, menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap tradisi keislaman.

Dengan terselenggaranya acara Megengan ini, diharapkan seluruh keluarga besar MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut Babadan dapat menyambut bulan Ramadan dengan hati yang bersih, penuh kesiapan, dan semangat meningkatkan ibadah.
Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh warga madrasah dan masyarakat sekitar. 🌙