Ponorogo, 23 Mei 2026 — MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut, Babadan, Ponorogo mengadakan kegiatan Asesmen Capaian Pembelajaran berupa Munaqosah dan Uji Publik Tahfidz Al-Qur’an Juz 30, Surat-Surat Pilihan, dan Hafalan Tahlil Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan.


Sebelum acara inti dimulai, para hadirin terlebih dahulu disuguhkan penampilan grup banjari Nidaul Khoir yang turut menghibur para tamu undangan dan wali santri. Selanjutnya dilaksanakan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ananda Muhammad Syafiq Nabhan sebagai doa bersama untuk para leluhur sekaligus memohon keberkahan acara.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon yang dipandu oleh Ustadzah Yustika Astri Hema Malini, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ananda Kheyindra Nadif Hafidz Reynand bin Imam Fahrudin.

Kegiatan ini dihadiri oleh dewan guru, wali santri, pengurus madrasah, serta tamu undangan. Dalam sambutannya, Kepala MI Ma’arif Syuhada’, Ustadzah Inayatul Munifin, M.Pd., menyampaikan bahwa pada tahun ini sebanyak 34 siswa mengikuti prosesi wisuda dan munaqosah, yang terdiri atas 3 siswa hafalan surat-surat pilihan, 11 siswa tahfidz Juz 30, dan 24 siswa hafalan tahlil.

Adapun bertindak sebagai munaqish hafalan tahlil yaitu Bapak Kiai Mohammad Nur Sholihin Al-Hafidz selaku Pimpinan Majelis Ta’lim Griyo Lumadi sekaligus Ketua PC LDNU Ponorogo. Sementara munaqish tahfidz Juz 30 dan surat-surat pilihan dipandu oleh Ustadzah Umi Kalsum, M.Si., dosen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sekaligus mentor Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Al-Qur’an (LPPQ).

Dalam sesi uji publik hafalan tahfidz, Ustadzah Umi Kalsum, M.Si. menguji seluruh siswa peserta wisuda tahfidz dengan membacakan maqra tertentu yang harus dilanjutkan oleh para peserta. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan koreksi bacaan, penilaian secara terbuka di hadapan para hadirin, serta pemberian apresiasi kepada para siswa atas capaian hafalan yang telah diraih.

Setelah rangkaian uji publik selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan prosesi sungkeman kepada orang tua. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika para santri menyampaikan rasa hormat, terima kasih, dan permohonan doa restu kepada kedua orang tua atas segala perjuangan dan kasih sayang yang telah diberikan selama mendampingi proses belajar putra-putri mereka.

Sementara itu, dalam munaqosah hafalan tahlil yang sekaligus disertai mauidhoh hasanah, Bapak Kiai Mohammad Nur Sholihin Al-Hafidz menyampaikan pentingnya menuntut ilmu yang disertai tata krama dan akhlakul karimah. Beliau juga memberikan motivasi kepada para santri dan wali santri agar tidak gelisah memikirkan masa depan akan menjadi apa serta rezeki akan datang dari mana, karena orang yang berilmu dan dekat dengan Al-Qur’an insyaAllah akan selalu diberikan jalan dan kemudahan oleh Allah SWT.



Prosesi penyerahan penghargaan hafalan tahlil diserahkan oleh Bapak Kiai Mohd. Ali, sedangkan penghargaan tahfidz Juz 30 dan surat-surat pilihan diserahkan oleh Ustadzah Umi Kalsum, M.Si. Acara turut diisi dengan sambutan Ketua Pengurus Madrasah, Dr. H. Mukhlas, S.H., M.H., serta pesan dan kesan wali santri yang disampaikan oleh Ibu Usnida Junaika Verawati, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. H. Mukhlas, S.H., M.H. menyampaikan berbagai nasihat dan motivasi, baik kepada para ustadz dan ustadzah maupun kepada para santri yang diwisuda, agar senantiasa istiqamah dalam mendidik, belajar, menjaga akhlak, serta terus menumbuhkan semangat dalam menuntut ilmu dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Ibu Usnida Junaika Verawati, M.Pd. menyampaikan rasa syukur, apresiasi, serta harapan agar para santri senantiasa istiqamah menjaga hafalan dan menjadi anak yang membanggakan orang tua, guru, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Dr. H. Mukhlas, S.H., M.H. menyampaikan berbagai nasihat dan motivasi, baik kepada para ustadz dan ustadzah maupun kepada para santri yang diwisuda, agar senantiasa istiqamah dalam mendidik, belajar, menjaga akhlak, serta terus menumbuhkan semangat dalam menuntut ilmu dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa penutup hingga sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini diharapkan para santri dapat terus menjaga hafalannya, meningkatkan semangat dalam mempelajari Al-Qur’an, serta tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah dan membanggakan agama, orang tua, serta masyarakat.