Selasa, 21 April 2026, keluarga besar MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut memperingati Hari Kartini dengan penuh semangat dan nuansa kebersamaan. Pada hari istimewa ini, siswa-siswi bersama bapak dan ibu guru mengenakan beragam pakaian, mencerminkan kekayaan budaya sekaligus kondisi yang beragam di setiap kelas.
Kegiatan peringatan Hari Kartini diawali dengan pelaksanaan sholat dhuha bersama, sebagai bentuk pembiasaan spiritual di lingkungan madrasah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sorogan Al-Qur’an, yang menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan siswa dengan Al-Qur’an.

Suasana semakin meriah dengan kegiatan jalan-jalan santai yang diikuti seluruh warga madrasah melalui rute Jl. Syuhada’, Jl. Poncosiwalan, hingga Jl. At-Taqwa. Dalam kegiatan ini, bapak dan ibu wali kelas turut mendampingi siswa-siswi di kelasnya masing-masing, sehingga kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh kebersamaan.

Setelah kegiatan jalan-jalan, seluruh siswa dan guru menikmati hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama. Momen ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antar warga madrasah. Selain itu, setiap kelas juga melaksanakan sesi foto bersama dengan wali kelas masing-masing sebagai dokumentasi dan kenangan indah dalam peringatan Hari Kartini tahun ini.

Sebagian siswa laki-laki mengenakan penadon serta kaos Reog dengan ciri khas sleret merah putih dan logo Singo Barong di bagian depan. Sementara itu, para siswi tampil anggun dengan balutan kebaya dan jarik, dipadukan dengan jilbab yang warnanya menyesuaikan kebaya yang dikenakan. Namun demikian, tidak semua siswa mengenakan pakaian tersebut. Baik kelas VI maupun kelas lainnya, terdapat siswa yang memilih atau mengenakan pakaian batik. Bahkan, beberapa siswa kelas I dan II juga ada yang tetap menggunakan seragam sekolah hari Selasa seperti biasa.

Perbedaan ragam busana ini bukan tanpa makna, melainkan mencerminkan nilai keberagaman dan kebebasan berekspresi dalam bingkai kebersamaan. Semangat Hari Kartini tidak hanya diwujudkan melalui keseragaman penampilan, tetapi juga melalui penghargaan terhadap perbedaan. Setiap siswa diberikan ruang untuk menampilkan identitasnya, baik melalui busana daerah, batik, maupun seragam sekolah, sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan masing-masing.

Hal ini sekaligus mengajarkan bahwa esensi perjuangan Kartini adalah tentang kesetaraan, kesempatan, dan penghormatan terhadap setiap individu. Dengan demikian, keberagaman pakaian yang terlihat justru menjadi simbol persatuan, bahwa meskipun berbeda-beda, seluruh warga madrasah tetap berjalan bersama dalam semangat yang sama.

Sebagai penutup, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan dengan suasana yang menyenangkan dan penuh makna, selaras dengan semangat Hari Kartini yang mengajarkan tentang perjuangan, keteladanan, dan pentingnya pendidikan.
Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat meneladani semangat juang R.A. Kartini serta semakin menghargai keberagaman serta mencintai budaya bangsa.