Tegalsari, Sabtu 18 April 2026 — MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut Babadan turut berpartisipasi dalam kegiatan Istighosah dan Halal Bi Halal yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Madrasah/Sekolah Ma’arif NU Kabupaten Ponorogo tahun 2026, yang bertempat di Komplek Masjid Jami’ Tegalsari.

Kegiatan ini merupakan agenda bersama yang diikuti oleh berbagai madrasah dan sekolah dasar di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Ponorogo sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus penguatan mental bagi para siswa. Selain menjadi ajang doa bersama, kegiatan ini juga menghadirkan suasana kebersamaan dan kekhidmatan yang mendukung kesiapan peserta didik dalam menghadapi rangkaian asesmen akademik yang akan datang.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VI bersama bapak dan ibu guru sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi ujian akademik yang akan datang. Kehadiran para guru tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai pembimbing yang turut menguatkan mental dan spiritual siswa. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, di mana seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian dengan tertib dan penuh kesadaran. Suasana religius yang tercipta memberikan ketenangan batin, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat harapan agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi ujian yang akan datang.

Rangkaian kegiatan meliputi pelaksanaan sholat sunnah dan istighosah yang dipimpin langsung oleh Romo Kiai Haji Abdus Sami’ Hasyim. Beliau merupakan pengasuh dari Pondok Pesantren Darul Huda Mayak yang dikenal aktif dalam membina kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, istighosah dipimpin dengan penuh kekhusyukan, diiringi lantunan doa dan dzikir yang menggugah hati para peserta. Tidak hanya memimpin doa, beliau juga memberikan nasihat serta motivasi kepada siswa agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, menjaga kesungguhan dalam belajar, serta menanamkan sikap tawakal dan keikhlasan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan, khususnya ujian akademik yang akan dihadapi.

Selain mengikuti rangkaian kegiatan di masjid, bapak dan ibu guru bersama siswa-siswi kelas VI MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut Babadan juga melaksanakan ziarah ke Makam Kyai Nur Shodiq Al Hafidz.
Kegiatan ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar batin untuk memohon doa dan keberkahan, sekaligus mengenang jasa para ulama dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai keislaman. Dengan penuh khidmat, para peserta memanjatkan doa bersama agar diberikan kemudahan, kelancaran, serta hasil terbaik dalam menghadapi ujian yang akan datang.

Setelah rangkaian kegiatan di Masjid Jami Tegalsari selesai, para siswa kelas VI bersama bapak dan ibu guru MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut Babadan beristirahat sejenak di area serambi sebelum melanjutkan kegiatan ziarah. Pada momen tersebut, para siswa tampak menikmati bekal yang dibawa dari rumah sambil duduk bersama dan berbincang santai dengan teman-temannya. Suasana kebersamaan yang hangat dan penuh keakraban ini menjadi selingan yang menyegarkan setelah kegiatan yang berlangsung khidmat, sekaligus sebagai persiapan fisik dan mental sebelum melanjutkan perjalanan ke makam untuk berziarah.
Acara ini diselenggarakan di Masjid Jami Tegalsari, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan. Masjid ini memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat sekitar, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk kegiatan bernuansa religius seperti istighosah dan doa bersama. Dengan suasana yang tenang dan penuh kekhidmatan, tempat ini turut mendukung terciptanya kekhusyukan seluruh peserta dalam mengikuti rangkaian acara.
Dengan mengusung tema doa dan tawakal untuk meraih ketakwaan serta kesuksesan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kekuatan batin, meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta mempererat ukhuwah antar guru dan peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter religius, menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan dalam diri siswa, sehingga tidak hanya siap menghadapi ujian secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual yang seimbang.
Melalui kegiatan ini, MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut Babadan menunjukkan komitmennya dalam menyeimbangkan antara usaha lahiriah dan batiniah dalam proses pendidikan, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi asesmen akademik. Upaya ini mencerminkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual semata, tetapi juga oleh kekuatan spiritual, akhlak, dan ketenangan hati. Dengan demikian, diharapkan para siswa mampu menjalani setiap tahapan ujian dengan penuh keyakinan, kejujuran, dan tanggung jawab, serta meraih hasil yang optimal dan berkah.