Guru MI Ma’arif Syuhada’ Hadiri Kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta Digelar di MI Qurrota A’yun

Ponorogo — MI Qurrota A’yun menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh tim pengawas Provinsi Jawa Timur pada Selasa–Rabu, 27–28 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 62 peserta yang terdiri atas guru koordinator kurikulum dan guru kelas dari 21 Madrasah Ibtidaiyah yang tergabung dalam KKMI 06.

Bimtek ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Cinta, yakni pendekatan kurikulum yang mengedepankan nilai kasih sayang dalam proses pendidikan. Kurikulum Berbasis Cinta memfokuskan pada Panca Cinta, meliputi:
1. Cinta kepada Allah SWT
2. Cinta kepada Rasulullah SAW
3. Cinta terhadap ilmu
4. Cinta terhadap alam dan lingkungan
5. Cinta terhadap diri sendiri dan sesama
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai lima pilar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yaitu:
1. Kepemimpinan welas asih
2. Budaya dan iklim madrasah yang inklusif
3. Pembelajaran mendalam
4. Manajemen yang humanis
5. Kolaborasi dengan masyarakat
Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, para pendidik diajak untuk mengubah mindset dalam mendidik anak, dari pendekatan yang menekankan hukuman dan tuntutan semata menjadi pendidikan yang dilandasi cinta, empati, dan penghargaan terhadap potensi setiap peserta didik.

Salah satu fokus utama dalam bimtek ini adalah penguatan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) sebagai bagian penting dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Peserta dibekali pemahaman mengenai kesadaran diri, pengelolaan emosi, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dalam konteks pembelajaran di madrasah.

Untuk memperdalam pemahaman tersebut, fasilitator mengajak peserta mengikuti aktivitas “Roller Coaster Emosi”, sebuah simulasi reflektif yang menggambarkan dinamika emosi guru dalam menjalani peran profesionalnya. Melalui rangkaian cerita bertahap, peserta diajak mengenali dan mengekspresikan berbagai emosi seperti semangat, stres, marah, kecewa, hingga lega, serta mendiskusikan cara mengelola emosi tersebut secara sehat dan konstruktif.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan refleksi bersama. Tim pengawas Jawa Timur menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan iklim belajar yang aman serta menyenangkan. Adapun pemateri dalam Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta ini terdiri dari:

1. Bapak Muhammad Zainuri, Pengawas Madrasah dari Mojokerto

2. Ibu Ida Sofiaturrahma, Pengawas Madrasah dari Lamongan

3. Bapak Ruslan Thohirin, Pengawas Madrasah dari Ponorogo

4. Ibu Qowiyatun Nasukha, Pengawas Madrasah dari Pasuruan

Dari MI Ma’arif Syuhada’, kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Inayatul Munifin, M.Pd., Ibu Choirul Hidayati, M.Pd., serta Ibu Nofi Wakhidatul Anisa, S.Pd., serta Ibu Inayatul Munifin, M.Pd.yang turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui bimtek ini, diharapkan para guru mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Sosial Emosional secara konsisten di madrasah masing-masing, sehingga tercipta proses pembelajaran yang lebih humanis dan bermakna bagi peserta didik.

Berita Terkait