Surabaya, 21–22 Agustus 2025 – PWNU Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan & Workshop Literasi Sains dan Soal HOTS dengan tema “Pengembangan Soal Literasi Sains Berbasis HOTS dalam Era Deep Learning”. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium KH. M. Hasyim Latief, PWNU Jatim, dan diikuti oleh para guru madrasah serta sekolah di lingkungan Ma’arif NU.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya, di antaranya Sifak Indana, Abu Zainudin, Wahyu Satbiawan, dan Ahmad Bashri.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang konsep literasi sains, karakteristik soal HOTS, serta penilaian autentik dalam pembelajaran mendalam. Sesi dilanjutkan dengan studi kasus analisis soal literasi sains HOTS dalam bidang biologi, fisika, dan kimia.

Hari kedua lebih menekankan pada praktik pengembangan soal. Peserta mengikuti workshop perancangan soal literasi sains berbasis HOTS sesuai dengan kurikulum 2013 maupun kurikulum merdeka. Mereka juga berlatih merancang soal yang selaras dengan capaian pembelajaran (CP) dari BSKAP.
Kegiatan ini turut diikuti oleh perwakilan guru dari MI Ma’arif Syuhada, yaitu Ibu Nika Kurniati, S.Pd. Kehadiran beliau menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun soal-soal yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, analitis, dan kreatif.

Pelatihan ditutup dengan presentasi hasil rancangan soal yang dibuat oleh peserta, serta umpan balik dari narasumber. Selanjutnya, para peserta juga melakukan perbaikan soal sebelum dilanjutkan dengan post-test. Suasana penutupan pelatihan berlangsung aktif dan interaktif, di mana para guru saling berdiskusi, bertukar pendapat, dan mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai konsep dari pemateri. Hal ini bertujuan agar soal yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan sesuai dengan standar pembelajaran.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru menjadi lebih mahir dalam membuat soal literasi sains.
Soal-soal tersebut tidak hanya mengukur pemahaman pengetahuan saja, tetapi juga mendorong kemampuan analisis, evaluasi, serta kreativitas peserta didik sesuai dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antar pendidik, membangkitkan semangat inovasi, dan meningkatkan kesadaran bahwa evaluasi pembelajaran bukan hanya sekadar penilaian, tetapi juga bagian dari proses membentuk generasi yang berpikir kritis, kreatif, dan memiliki karakter yang baik.
“Guru Berkualitas, Literasi Sains Maju, Generasi Hebat Tercipta!”