Babadan, Ponorogo – Senin, 12 Mei 2025
Keluarga Besar MI Ma’arif Syuhada’ bersama Jama’ah Masjid Syuhada’ Babadan menggelar kegiatan istighotsah dan doa bersama pada Senin malam, 12 Mei 2025 pukul 19.30 WIB. Acara yang berlangsung khidmat ini bertempat di Masjid Syuhada’, Babadan, Ponorogo, dan dihadiri oleh para guru, siswa, wali murid, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalani aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat umum. Do’a bersama ini dimaksudkan juga agar anak-anak MI Ma’arif Syuhada’ menjadi generasi yang sholih sholihah, generasi yang unggul. Doa bersama dipimpin oleh Bapak K.H. Abdussami’ Hasyim, pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.
Sambil menunggu dan menyambut jama’ah datang ke masjid Syuhada’, group Habsy Nida’ul Khair MI Ma’arif Syuhada’ dengan penuh semangat melantunkan shalawat dan lagu-lagu religi sehingga menambah tentramnya suasana.
Kepala MI Ma’arif Syuhada’, Ibu Inayatul Munifin, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah dan jama’ah masjid. “Semoga dengan istighotsah ini, kita semua senantiasa diberi petunjuk perlindungan, dan keberkahan oleh Allah SWT,” ujarnya.
Kegiatan istighatsah ini diawali dengan Mahalul Qiyam yang dipimpin oleh group hadroh Al Hasyimi dari Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.
Adapun Mau’idzah hasanah yang disampaikan oleh Bapak. K.H. Abdussami’ Hasyim dijelaskan tentang pentingnya Ilmu dan mengamalkan ilmu yang diperoleh. Menyekolahkan anak adalah salah satu bentuk jariyah dari orang tua yang pahalanya akan terus mengalir meskipun sudah meninggal dunia. Ikhtiyar dari orang tua sangatlah dibutuhkan agar anak bisa mendapatkan kesuksesan dinia akhirat, salah satunya dengan istighatsah, memohon kepada Allah SWT. Menyekolahkan anak dilembaga pendidikan yang pas sebagaimana MI Ma’arif Syuhada’ dimana madrasah membiasakan, mengajari anak untuk berdoa, membaca bismillah maka orang tua yang di rumah atau di manapun, sedang apapun atau bahkan tanpa melakukan apapun akan memperoleh pahala.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya jama’ah yang hadir dan mengikuti acara hingga akhir dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin untuk menjaga semangat spiritualitas dan kekompakan warga sekolah serta masyarakat.
