Ngunut, Jumat 14 November 2025 — MI Ma’arif Syuhada’ melaksanakan Bebras Challenge 2025, sebuah ajang kompetisi internasional yang mengasah computational thinking atau kemampuan berpikir komputasional pada siswa. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas 1, 2, dan 3 dalam kategori Sikecil. Kegiatan ini berlangsung pada Sesi A pukul 07.00–08.15 WIB, dengan antusiasme peserta didik yang tampak sejak awal pelaksanaan.

Pada pelaksanaan kali ini, siswa mulai dikenalkan pada pola berpikir pemecahan masalah melalui soal-soal Bebras yang bersifat logis, analitis, dan menantang. Meskipun masih di tingkat rendah, antusiasme siswa sangat tinggi terlihat dari semangat mereka saat mencoba memahami setiap tantangan yang diberikan.

Kegiatan dipandu oleh Ibu Nika Kurniati selaku Pembina Bebras di MI Ma’arif Syuhada’. Pendamping kegiatan pada masing-masing kelas meliputi:
Kelas 1: Ibu Nofi W. Anisa & Bapak Khatur P. W.
Kelas 2: Ibu Yustika Astri & Bapak Deny Ahmad
Kelas 3: Bapak Agus Maher & Bapak Moh. Amirul
Para pendamping turut membantu memastikan siswa dapat mengikuti challenge dengan baik, mulai dari proses login, memahami petunjuk, hingga menyelesaikan soal-soal dalam waktu yang ditentukan.

“Alhamdulillah secara keseluruhan berjalan lancar, meskipun ada sedikit kendala seperti HP nge-hang, paket data habis, dan sulit login. Namun semuanya dapat diatasi,” ungkap salah satu pembina saat dimintai keterangan.
Bebras Challenge di MI Ma’arif Syuhada’ ini merupakan bagian dari pelaksanaan resmi yang diselenggarakan oleh Biro Bebras Politeknik Negeri Madiun (PNM). Seluruh username dan akun siswa untuk proses login juga dipersiapkan langsung oleh pihak Biro Bebras PNM, sehingga sekolah hanya perlu memastikan kesiapan perangkat dan pendampingan siswa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan sistematis sejak dini, sesuai dengan tujuan utama gerakan Bebras di Indonesia.