Ngunut, 18 Oktober 2026 — Pemerintah Desa Ngunut menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Pengolahan Sampah Anorganik pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah di lingkungan sekitar agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai guna.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yaitu Efrida Hartini, A.Md.TI, dan Ir. Bambang Irianto. Keduanya memberikan materi mengenai pengelolaan sampah dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari pemanfaatan sampah plastik hingga pengolahan sampah organik.

Kegiatan ini turut diikuti oleh Bu Nika Kurniati, S.Pd., guru MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut, yang berpartisipasi sebagai perwakilan dari lembaga pendidikan. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk partisipasi lembaga pendidikan dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pengelolaan sampah. Wawasan yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di madrasah.
Efrida Hartini, A.Md.TI, berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pemanfaatan sampah plastik melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sampah plastik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, termasuk gelas plastik bekas minuman dan berbagai kemasan lainnya, dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat melalui kreativitas dan keterampilan sederhana.
Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung. Dalam kegiatan tersebut, peserta berlatih membuat tempat untuk menata minuman gelas kemasan serta tikar dari bahan plastik bekas. Praktik ini memberikan gambaran bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ir. Bambang Irianto menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah organik, termasuk pemanfaatannya melalui budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly). Metode ini dapat membantu menguraikan jenis sampah organik tertentu sekaligus menghasilkan maggot yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ikan.
Materi tersebut memperluas pemahaman peserta bahwa pengelolaan sampah perlu dilakukan berdasarkan jenis dan karakteristiknya. Sampah anorganik, seperti plastik, dapat dimanfaatkan kembali melalui kegiatan daur ulang, sedangkan sampah organik dapat diolah menggunakan metode yang sesuai sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Ngunut diharapkan semakin memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya dan menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah secara bertanggung jawab. Keterampilan mengolah sampah juga membuka peluang untuk mengembangkan produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Bagi lembaga pendidikan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkaya wawasan mengenai pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut dapat mendukung pembiasaan perilaku peduli lingkungan di madrasah, mulai dari mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, hingga mendaur ulang sampah menjadi produk bermanfaat.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah pemberdayaan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Melalui kolaborasi dan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dapat terus dikembangkan.