Jelajah, Belajar, Bersama MIMADA
Yogyakarta, Senin, 12 Oktober 2026 — MI Ma’arif Syuhada’, Ngunut, Babadan, Ponorogo, mengadakan kegiatan Study Tour Goes to Jogja 2026 sebagai salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang menggabungkan unsur pendidikan, rekreasi, sejarah, budaya, dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kunjungan ke berbagai destinasi wisata edukatif dan menarik di Yogyakarta dan sekitarnya.
Dengan mengusung semangat “Kreatif, Edukatif, Religius, Efektif dan Ber-Nahdliyah”, kegiatan study tour ini diharapkan mampu memperluas wawasan siswa, meningkatkan rasa ingin tahu, serta menumbuhkan sikap mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara siswa, guru, dan seluruh warga madrasah melalui pengalaman perjalanan yang menyenangkan.
1. Persiapan Keberangkatan (00.00–01.00 WIB)
Rangkaian kegiatan Study Tour Goes to Jogja 2026 diawali dengan persiapan keberangkatan pada pukul 00.00 WIB. Para siswa, guru pendamping, dan rombongan berkumpul untuk memastikan seluruh peserta telah siap mengikuti perjalanan. Pada tahap ini, panitia dan guru pendamping melakukan pengecekan kehadiran, perlengkapan pribadi, serta kebutuhan perjalanan agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari para siswa yang bersiap mengikuti pengalaman baru bersama teman-teman dan guru. Sebelum perjalanan dimulai, peserta diharapkan berdoa bersama, menjaga kesehatan, serta memperhatikan arahan dari guru pendamping. Persiapan yang baik menjadi langkah awal untuk menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan.
2. Perjalanan Menuju Makam Sunan Bayat (01.00–04.30 WIB)
Setelah seluruh persiapan selesai, rombongan memulai perjalanan menuju Makam Sunan Bayat. Perjalanan pada dini hari ini menjadi awal petualangan para siswa dalam mengenal lebih dekat tempat-tempat bersejarah dan bernilai religi. Selama perjalanan, peserta diharapkan menjaga ketertiban di dalam kendaraan, beristirahat secukupnya, serta mengikuti arahan guru dan petugas perjalanan.
Perjalanan ini juga mengajarkan pentingnya kebersamaan dan kedisiplinan. Para siswa dapat belajar untuk saling menghargai, menjaga kenyamanan sesama penumpang, serta bertanggung jawab terhadap barang bawaan masing-masing. Dengan suasana perjalanan yang tertib dan menyenangkan, rombongan diharapkan tiba di tujuan dengan kondisi yang baik untuk melanjutkan kegiatan berikutnya.
3. Salat Subuh (04.30–05.00 WIB)
Setibanya pada waktu Subuh, rombongan melaksanakan salat Subuh sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai religius yang menjadi bagian penting dalam pendidikan di MI Ma’arif Syuhada’. Kegiatan ini mengingatkan para siswa bahwa perjalanan wisata bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang menjaga ibadah dan melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
Melalui kegiatan salat berjamaah, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya kedisiplinan dalam beribadah, kebersamaan, serta sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
4. Perjalanan Menuju Museum Dirgantara (05.00–08.00 WIB)
Setelah melaksanakan salat Subuh, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Museum Dirgantara. Selama perjalanan, para siswa dapat menikmati suasana pagi dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan edukatif di museum. Guru pendamping juga dapat memberikan pengantar mengenai dunia penerbangan dan pentingnya mempelajari sejarah sebagai bagian dari pengetahuan umum.
Perjalanan menuju museum menjadi kesempatan bagi siswa untuk membangun rasa ingin tahu terhadap perkembangan teknologi, khususnya bidang kedirgantaraan. Dengan mengikuti kegiatan secara tertib dan penuh semangat, siswa diharapkan siap memperoleh pengetahuan baru yang tidak selalu dapat dipelajari secara langsung di dalam ruang kelas.
5. Sarapan Pagi (08.00–08.30 WIB)
Setelah menempuh perjalanan, rombongan meluangkan waktu untuk sarapan pagi. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa memiliki energi yang cukup sebelum mengikuti rangkaian kunjungan wisata edukatif. Sarapan juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk beristirahat sejenak, menyegarkan tubuh, dan mempersiapkan diri menghadapi aktivitas selanjutnya.
Para siswa diharapkan membiasakan diri menjaga kebersihan tempat makan, menghabiskan makanan secukupnya, serta membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang penting untuk diterapkan selama perjalanan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
6. Kunjungan ke Museum Dirgantara (09.00–10.00 WIB)

Kunjungan ke Museum Dirgantara menjadi salah satu agenda edukatif dalam kegiatan Study Tour Goes to Jogja 2026. Di tempat ini, para siswa berkesempatan mengenal lebih jauh sejarah dunia penerbangan dan kedirgantaraan Indonesia. Berbagai koleksi yang berkaitan dengan pesawat, perkembangan teknologi penerbangan, serta perjalanan sejarah dunia dirgantara dapat menjadi sumber pembelajaran yang menarik bagi peserta.

Melalui kunjungan ini, siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar secara langsung sehingga materi yang dipelajari di sekolah menjadi lebih mudah dipahami. Mereka juga didorong untuk mengembangkan rasa ingin tahu, mengajukan pertanyaan yang relevan, dan menghargai ilmu pengetahuan. Kegiatan ini sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga fasilitas umum, menaati peraturan museum, serta menghormati pengunjung lainnya.

7. Rekreasi Edukatif di Jogja Bay (10.00–13.30 WIB)
Setelah mengunjungi Museum Dirgantara, rombongan melanjutkan kegiatan ke Jogja Bay. Destinasi ini menjadi bagian rekreasi dalam rangkaian study tour, sekaligus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menikmati waktu bersama teman-teman di luar lingkungan sekolah. Suasana yang menyenangkan diharapkan dapat menambah semangat dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.
Meskipun bersifat rekreatif, siswa tetap diingatkan untuk menjaga keselamatan dan mengikuti seluruh aturan yang berlaku di lokasi wisata. Mereka harus mematuhi arahan guru pendamping dan petugas, menjaga barang bawaan, serta saling memperhatikan satu sama lain. Melalui kegiatan ini, nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab dapat tumbuh seiring dengan pengalaman bermain dan belajar.
8. Salat Zuhur (13.30–14.00 WIB)
Setelah kegiatan di Jogja Bay, rombongan melaksanakan salat Zuhur. Agenda ibadah ini menjadi pengingat bahwa kesibukan dalam mengikuti perjalanan dan menikmati tempat wisata tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kewajiban beribadah. Para siswa diajak untuk tetap menjaga kedisiplinan waktu dan melaksanakan salat sesuai dengan tuntunan agama.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter religius bagi siswa MI Ma’arif Syuhada’. Dengan membiasakan diri menjaga ibadah dalam berbagai situasi, siswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai keislaman secara konsisten, baik ketika berada di sekolah maupun saat melakukan kegiatan di luar lingkungan madrasah.
9. Kunjungan ke Taman Pintar (14.00–16.00 WIB)

Perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke Taman Pintar Yogyakarta, sebuah destinasi yang identik dengan pembelajaran sains dan pengetahuan melalui pengalaman langsung. Di tempat ini, siswa berkesempatan mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan melalui wahana dan sarana edukasi yang tersedia. Pembelajaran dengan cara melihat, mencoba, dan mengamati diharapkan membuat pengalaman belajar terasa lebih menyenangkan.
Kunjungan ini juga mendorong siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar. Mereka dapat belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya ditemukan melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui pengamatan dan pengalaman sehari-hari. Dengan pendampingan guru, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar serta mendorong siswa untuk berani mengeksplorasi hal-hal baru secara positif.
10. Salat Asar (16.00–16.30 WIB)
Setelah menyelesaikan kunjungan ke Taman Pintar, rombongan melaksanakan salat Asar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Malioboro. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan hidup disiplin dan religius selama study tour. Para siswa diajak untuk mengatur waktu dengan baik agar kegiatan wisata dan kewajiban ibadah dapat berjalan secara seimbang.
Selain menjaga ibadah, peserta juga diharapkan memanfaatkan waktu istirahat untuk memulihkan tenaga setelah menjalani berbagai aktivitas sejak pagi. Dengan tubuh yang lebih segar dan kondisi yang terjaga, siswa dapat melanjutkan kegiatan berikutnya dengan semangat, tetap tertib, dan mengikuti arahan guru pendamping.
11. Menjelajahi Malioboro (16.30–18.00 WIB)
Malioboro menjadi salah satu destinasi yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal suasana khas Yogyakarta. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu tempat yang ramai dikunjungi wisatawan dan memiliki beragam aktivitas, mulai dari wisata belanja hingga menikmati suasana perkotaan. Melalui kunjungan ini, siswa dapat mengamati kehidupan masyarakat dan mengenal salah satu kawasan ikonik di Yogyakarta.
Selain menikmati suasana, para siswa juga dapat belajar tentang pentingnya menjaga sopan santun di ruang publik, menghormati masyarakat setempat, serta menjaga kebersihan lingkungan. Guru pendamping diharapkan memastikan peserta tetap berada dalam kelompok dan mengikuti arahan yang telah ditentukan. Dengan demikian, kunjungan ke Malioboro tidak hanya menjadi pengalaman rekreasi, tetapi juga sarana belajar mengenai etika dan tanggung jawab di tempat umum.
12. Salat Magrib (18.00–18.30 WIB)
Menjelang malam, rombongan berhenti untuk melaksanakan salat Magrib. Setelah menjalani berbagai kegiatan wisata, waktu ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk kembali beribadah dan menenangkan diri sebelum melanjutkan agenda malam. Pelaksanaan salat di tengah perjalanan mengajarkan siswa agar senantiasa mengutamakan kewajiban agama dalam setiap aktivitas.
Para siswa diharapkan mengikuti kegiatan dengan tertib, menjaga kebersihan tempat ibadah, dan menghormati jamaah lainnya. Kebiasaan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai kesopanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dengan menjaga ibadah selama kegiatan berlangsung, semangat religius yang ditanamkan di madrasah dapat terus diterapkan dalam kehidupan nyata.
13. Salat Isya dan Makan Malam (18.30–19.30 WIB)
Setelah salat Magrib, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat Isya dan makan malam sesuai jadwal yang tercantum dalam rundown. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk beristirahat, memenuhi kebutuhan energi, serta mempersiapkan diri sebelum menempuh perjalanan pulang. Setelah menjalani aktivitas sejak dini hari, waktu istirahat dan makan bersama menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi tubuh.
Makan malam bersama juga dapat mempererat kebersamaan antara siswa dan guru pendamping. Peserta diharapkan menjaga adab ketika makan, menghargai makanan, serta membersihkan tempat yang digunakan setelah selesai. Suasana kebersamaan ini menjadi salah satu kenangan yang berharga dari perjalanan study tour, karena siswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga belajar hidup tertib dan saling menghargai.
14. Perjalanan Pulang (20.00–00.00 WIB)
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan bersiap untuk melakukan perjalanan pulang menuju Ponorogo. Perjalanan ini menjadi penutup dari kegiatan Study Tour Goes to Jogja 2026. Para siswa diharapkan tetap menjaga ketertiban selama berada di kendaraan, memeriksa kembali barang bawaan, dan mengikuti arahan guru pendamping hingga perjalanan berakhir.
Dalam perjalanan pulang, para siswa dapat mengenang berbagai pengalaman yang telah diperoleh, mulai dari pembelajaran sejarah di Museum Dirgantara, pengalaman edukatif di Taman Pintar, rekreasi di Jogja Bay, hingga suasana khas Malioboro. Berbagai pengalaman tersebut diharapkan menjadi kenangan indah yang memperkaya wawasan serta menumbuhkan rasa syukur atas kesempatan belajar bersama.
Rombongan diharapkan tiba dengan selamat dan membawa pulang pengalaman yang bermanfaat. Keselamatan seluruh peserta tetap menjadi prioritas, sehingga koordinasi antara panitia, guru pendamping, dan pihak transportasi perlu dijaga hingga seluruh siswa kembali ke tempat yang telah ditentukan.
Makna dan Harapan dari Study Tour
Kegiatan Study Tour MI Ma’arif Syuhada’ Goes to Jogja 2026 bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bagian dari proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata. Setiap destinasi memiliki nilai pembelajaran yang berbeda, mulai dari sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, kedisiplinan, hingga kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, MI Ma’arif Syuhada’ berharap para siswa menjadi pribadi yang lebih mandiri, berwawasan luas, kreatif, dan memiliki akhlak yang baik. Pengalaman selama perjalanan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk semakin rajin belajar, menghargai perbedaan, menaati aturan, serta menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan yang terjalin selama perjalanan juga diharapkan mempererat hubungan persahabatan dan menciptakan kenangan positif bagi seluruh peserta. Dengan pendampingan guru dan dukungan seluruh pihak, kegiatan ini diharapkan berjalan lancar, aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi perkembangan siswa.
Jelajah, Belajar, Bersama MIMADA!
Kebersamaan Hari Ini, Kenangan Sepanjang Masa.
Ayo sekolah di MI Ma’arif Syuhada’!
MI Ma’arif Syuhada’
Ngunut, Babadan, Ponorogo
Study Tour Goes to Jogja 2026