Ngunut, 19 September 2026 — MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-97 Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh seluruh murid serta pendidik dan tenaga kependidikan madrasah.

Peringatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU tahun ini mengusung tema “Menginspirasi Negeri, Membangun Peradaban”. Tema tersebut menjadi pengingat atas peran pendidikan LP Ma’arif NU dalam turut memajukan kualitas bangsa melalui pendidikan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan 97 tahun khidmat LP Ma’arif NU dalam mencetak generasi unggul serta memperkuat ikhtiar menghadirkan kebijakan pendidikan yang berkeadilan bagi madrasah dan sekolah swasta.

Rangkaian upacara diawali dengan petugas tata upacara yang memberikan aba-aba kepada Komandan Peleton untuk menyiapkan barisan. Setelah seluruh peserta siap, pemimpin upacara mengambil tempat dan Komandan Peleton menyampaikan laporan. Pembina upacara kemudian mengambil tempat dan rangkaian dilanjutkan dengan penghormatan kepada pemimpin upacara serta laporan pelaksanaan upacara.
Prosesi berikutnya adalah pengibaran Sang Merah Putih, yang dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Peserta kemudian mengikuti pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan pembacaan Janji Murid.
Memasuki acara inti, Pembina Upacara, Ibu Inayatul Munifin, M.Pd. selaku Kepala MI Ma’arif Syuhada’, menyampaikan amanat yang mengajak seluruh murid untuk memaknai Harlah ke-97 LP Ma’arif NU melalui semangat belajar dan pembentukan akhlak yang baik.

Dalam amanatnya, disampaikan bahwa peringatan Harlah LP Ma’arif NU bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat perjalanan panjang pendidikan Ma’arif NU dalam memberikan kontribusi bagi bangsa. Semangat tersebut selaras dengan tema “Menginspirasi Negeri, Membangun Peradaban”, yang menggambarkan pentingnya pendidikan dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter.
«“Dari paparan tersebut, marilah anak-anak kita tingkatkan pembelajaran kita. Anak-anak harus semangat belajar di naungan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif. Mari kita tingkatkan akhlak kita yang baik, akhlak yang baik dengan terus belajar setiap hari.”»

Pesan tersebut menjadi penekanan bagi murid MI Ma’arif Syuhada’ agar menjadikan proses belajar sebagai bagian dari pembentukan diri. Pengetahuan yang diperoleh di madrasah diharapkan berjalan beriringan dengan pembiasaan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah amanat selesai, peserta upacara disiapkan kembali untuk melanjutkan rangkaian kegiatan dengan pembacaan doa. Upacara kemudian ditutup dengan laporan kepada pembina upacara dan penghormatan kepada pembina. Pembina upacara meninggalkan tempat, dilanjutkan dengan penghormatan kepada pemimpin upacara.
Rangkaian terakhir berupa penyampaian beberapa pengumuman kepada peserta sebelum seluruh peserta upacara dibubarkan dengan tertib.
Ambengan sebagai Wujud Syukur
Selain pelaksanaan upacara, peringatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU di MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut juga diwarnai dengan ambengan sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang dan khidmat LP Ma’arif NU selama 97 tahun.

Ambengan menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur keluarga besar madrasah sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan. Tradisi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa syukur dalam memperingati perjalanan pendidikan Ma’arif yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Melalui kebersamaan tersebut, keluarga besar MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut turut memanjatkan doa agar LP Ma’arif NU senantiasa diberikan keberkahan, kekuatan, dan kelancaran dalam melanjutkan khidmatnya di bidang pendidikan serta terus mampu menginspirasi negeri dan membangun peradaban.

Doa juga dipanjatkan untuk MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut Babadan agar senantiasa mendapatkan keberkahan dalam menjalankan amanah pendidikan. Semoga madrasah terus berkembang, para pendidik dan tenaga kependidikan diberikan kesehatan, kesabaran, serta keikhlasan dalam mendampingi murid, dan seluruh murid diberikan kemudahan dalam belajar serta dibentuk menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Dengan demikian, peringatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang pendidikan Ma’arif, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bersyukur, mempererat kebersamaan, dan meneguhkan kembali komitmen untuk terus belajar serta membangun akhlak yang baik.