Penutupan Magang Tahsin dan Tahfidz Mahasiswa IAT Semester 7 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari di MI Ma’arif Syuhada’

Pada Jumat, 7 November 2025, telah dilaksanakan kegiatan penutupan magang tahsin dan tahfidz Al-Qur’an oleh delapan mahasiswa semester 7 Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan ini berlangsung di MI Ma’arif Syuhada’, Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Ponorogo.

Siswa penerima reward atas keberhasilan tasmi’ Juz 30 dan surat pilihan. (Source: Doc. MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut)
Dosen pembimbing magang menyerahkan kenang-kenangan kepada pihak madrasah. (Source: Doc. MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut)
Doa bersama mengiringi penutupan magang tahsin dan tahfidz Al-Qur’an. (Source: Doc. MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut)

Program magang ini merupakan bagian dari kegiatan akademik tahun ajaran 2025/2026 yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam membimbing pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan dasar. Selama masa magang, para mahasiswa berfokus pada pengajaran tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur’an) dan tahfidz (hafalan Al-Qur’an), serta turut membantu menumbuhkan karakter religius dan semangat belajar siswa di madrasah.

Program magang ini merupakan bagian dari kegiatan akademik tahun ajaran 2025/2026 yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam membimbing pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan dasar. Selama masa magang, para mahasiswa berfokus pada pengajaran tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur’an) dan tahfidz (hafalan Al-Qur’an), serta turut membantu menumbuhkan karakter religius dan semangat belajar siswa di madrasah.

Selain kegiatan mengajar, para mahasiswa juga aktif dalam berbagai aktivitas keagamaan seperti pendampingan shalat berjamaah, serta pembiasaan adab membaca Al-Qur’an yang baik dan benar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah belajar bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan tebaran manfaat bagi siswa-siswi MI Ma’arif Syuhada’, baik dalam peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an maupun dalam membentuk sikap disiplin, berakhlak mulia, dan cinta terhadap Al-Qur’an.

Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengajar dan berinteraksi dengan peserta didik, sementara pihak madrasah mendapatkan tambahan energi positif dan inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an. Sinergi ini diharapkan terus terjalin untuk mencetak generasi Qurani yang berilmu dan berkarakter.

Suasana penutupan magang tahsin dan tahfidz di serambi Masjid Syuhada’. (Source: Doc. MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut)

Acara penutupan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari pihak madrasah, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa peserta magang. Rangkaian acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan dengan refleksi kegiatan, serta penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol terima kasih dan penghargaan atas kerja sama yang baik antara pihak kampus dan madrasah.

Antusiasme siswa MI Ma’arif Syuhada’ saat mengikuti kegiatan penutupan. (Source: Doc. MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut)
Mahasiswa IAT memandu kegiatan bersama siswa di serambi Masjid Syuhada’. (Source: Doc. MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut)

Salah satu momen berkesan dalam kegiatan ini adalah pemberian reward kepada para siswa MI Ma’arif Syuhada’ yang telah menyelesaikan tasmi’ Juz 30 dan surat-surat pilihan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas ketekunan mereka dalam menghafal Al-Qur’an serta motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi di bidang tahsin dan tahfidz Al-Qur’an.

Melalui kegiatan magang ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan ilmu Al-Qur’an dan tafsir secara langsung di lingkungan pendidikan dasar, sekaligus memperkuat sinergi antara UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dengan lembaga pendidikan Islam di tingkat madrasah. Semoga kerja sama ini terus terjalin dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini.

“Bersama Al-Qur’an kita berjuang, membawa cahaya di setiap ruang. Dari tahsin menuju pengabdian, untuk Al-Qur’an dan kemajuan.”

Berita Terkait