MI Ma’arif Syuhada’ Gelar Munaqasah & Uji Publik Juz 30, Surat-surat Pilihan, dan Tahlil

Ponorogo, 24 Mei 2025 – MI Ma’arif Syuhada’ Ngunut Babadan Ponorogo menggelar rangkaian kegiatan asesmen sebagai bentuk evaluasi dàlam pembelajaran tahfidz. Kegiatan tersebut meliputi Munaqasah dan Uji Publik Juz 30, Surat-surat Pilihan, serta Tahlil.

Acara ini merupakan agenda tahunan yang dinantikan. Dengan adanya munaqasah ini santri akan lebih mengetahui dimana kekirangan atau kesalahannya, sehingga diharapkan kedepannya bisa memperbaiki hafalannya dan bisa menerapkannya.
Hafal tahlil dan juz 30 merupakan salah satu syarat lulus sempurna dari MI Ma’arif Syuhada’.

Adapun jumlah santri yang menjadi peserta munaqasah dan uji publik yaitu 19 santri untuk hafalan tahlil, 10 santri untuk juz 30, dan 3 santri untuk surat-surat pilihan. Surat-surat pilihan dikhususkan bagi santri dari kelas berapapun yang sudah menyelesaikan hafalan dan sudah pernah mengikuti munaqasah juz 30. Surat-surat pilihan mrliputi sirah Yasin, surah ar Rahman, surah al Waqi’ah, dan surah al.Mulk.
Acara berlangsung di serambi masjid Syuhada’ Ngunut, dimulai pukul 07.30 WIB yang diawali dengan pra acara yang dipandu oleh ustadzah Choirul Hidayati, S.Ag., M.Pd. Lantunan shalawat Nabi Muhammad Saw, serta lagu religi dari group Habsy Nida’ul Khoir MI Ma’arif Syuhada’ menambah hangatnya suasana. Pra acara selanjutnya adalah Tahlil yang langsung dibilali oleh salah satu peserta munaqasah yaitu Muhammad Azam siswa kelas VI MI Ma’arif Syuhada’. Selanjutnya acara inti yang dipandu oleh ustadzah Nadia Nafissira Bawaqih yang diawali dengan pembukaan dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci al qur’an oleh ananda Kheyndra Nadhif Reynad Hafidz salah satu siswa kelas IV MI Ma’arif Syuhada’. Sambutan dari Kepala Madrasah Ibu Inayatul Munifin, MPd. Dan ketua Lembaga Pendidikan Syuhada’ Bapak Drs.H.Muhlas, M.Hum., menempati urutan setelahnya.
Acara selanjutnya penampilan santri dilanjutkan munaqasah dan uji publik. Untuk tahlil dipandu oleh bapak Kyai Moh. Nur Sholihin (ketua majlis ta’lim Griyo Lumadi dan ketua LDNU Ponorogo). Beliau menyampaikan pentingnya punya anak yang baik, yang shalih, anak yang bisa mendoakan orang tuanya. Karena itu merupakan salah satu harapan yang bisa membahagiakan orang tua jika sudah meninggal dunia.
Sedangkan untuk Juz 30 dan surat-surat pilihan dipandu oleh ustadzah Umi Kalsum, M.Si. (Dosen IAIN Ponorogo), dan Seketaris Lembaga Pengkajian dan Pendidikan Al Qur’an . Dalam sesi munaqasah, para siswa diuji secara individu oleh ustadzah juga dari tamu undangan terkait hafalan Juz 30 dan beberapa surat pilihan. Uji publik dilakukan secara terbuka di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan untuk memberikan semangat dan apresiasi atas capaian para santri. Setelah semua santri diuji dan dinyatakan lulus, ustadzah Umi Kalsum, M.Si., membangun emosi santri dalam sesi sungkeman, suasana haru menyelimuti sesi ini, ikatan batin antara santri dan orang tua terasa begitu kuat, tak sedikit santri, orang tua bahkan tamu undangan terbawa suasana sehingga meneteskan air mata.
Acara sekanjutnya pemberian penghargaan kepada para santri dilanjutkan sambutan waki santri dan terakhir penutup.

Kepala MI Ma’arif Syuhada’, Ibu Inayatul Munifin, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa percaya diri, tanggung jawab, membentuk karakter religius siswa sejak dini, sebagai wujud dari visi madrasah yakni Nahdliyin.

Dengan kegiatan ini, MI Ma’arif Syuhada’ berharap dapat mencetak generasi nahdliyin dan generasi qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki dasar keagamaan yang kuat.

Berita Terkait